Sabtu, 20 November 2010

Tugas Manajamen Umum "PERENCANAAN"


PERENCANAAN

I. Proses Perencanaan

A.Pengertian Perencanaan

Pengertian perencanaan menurut para pakar, adalah :

1. Cuningham menyatakan bahwa perencanaan adalah menyeleksi dan menghubungkan pengetahuan, fakta, imajinasi, dan asumsi untuk masa yang akan datang dengan tujuan memvisualisasi dan memformulasi hasil yang diinginkan, urutan kegiatan yang diperlukan, dan perilaku dalam batas-batas yang dapat diterima dan digunakan dalam penyelesaian. Perencanaan dalam pengertian ini menitikberatkan kepada usaha untuk menyeleksi dan menghubungkan sesuatu dengan kepentingan masa yang akan datang serta usaha untuk mencapainya.

2. Menurut Prajudi Atmusudirjo perencanaan adalah perhitungan dan penentuan tentang sesuatu yang akan dijalankan dalam mencapai tujuan tertentu, oleh siapa, dan bagaimana.

3. Bintoro Tjokroamidjojo menyatakan bahwa perencanaan dalam arti luas adalah proses memprsiapkan kegiatan-kegiatan secara sistematis yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu.

4. Menurut Muhammad Fakri perencanaan dapat diartikan sebagai proses penyusunan berbagai keputusan yang akan dilaksanakan pada masa yang akan datang untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Perencanaan dapat juga dikatakan sebagai suatu proses pembuatan serangkaian kebijakan untuk mengendalikan masa depan sesuai yang ditentukan. Dari kutipan tersebut dapat dianalisis bahwa dalam menyusun perencanaan perlu memperhatikan hal-hal yang berhubungan dengan masa depan, adanya kegiatan, proses yang sistematis, hasil dan tujuan tertentu.

5. Kaufman mengatakan bahwa perencanaan adalah suatu proyeksi tentang apa yang dibutuhkan dalam rangka mencapai tujuan secara sah dan berdaya guna. Dari pendapat Kaufman tersebut dapat dipahami bahwa perencanaan merupakan sesuatu yang menjadi keperluan dalam sebuah system untuk mendukung tercapainya tujuan. Tidak itu saja selain mendukung tercapainya tujuan suatu system maupun lembaga perencanaan yang dipersiapkan hendaknya bermanfaat secara aplikasi, dan lebih penting adalah dikerjakan dan disusun berdasarkan kepatutan serta tidak melanggar norma yang berlaku. Menurut Kaufman dalam perencanaan mengandung elemen-elemen sebagai berikut, pertama mengindentifikasi dan mendokumentasikan kebutuhan. Kedua, menentukan kebutuhan-kebutuhan yang bersifat prioritas. Ketiga, memperinci spesifikasi hasil yang dicapai dari tiap kebutuhan yang dipioritaskan. Keempat, mengidentifikasi persyaratan untuk mencapai tiap-tiap alternatif. Kelima, mengidentifikasi strategi alternative yang memungkinkan, termasuk di dalamnya peralatan untuk melengkapi tiap persyaratan untuk mencapai kebutuhan, untung rugi berbagai latar dan strategi yang digunakan.

6. Asnawir menyatakan perencanaan adalah kegiatan yang harus dilakukan padatingkat permulaan, dan merupakan aktifitas memikirkan dan memilih rangkaian tindakan yang tertuju pada tercapainya maksud dan tujuan yang ingin dicapai.

B. Empat Tahap Dasar Perencanaan

Tahap 1 :
Ø Menetapkan keadaan saat ini

Tahap 2 :
Ø Merumuskan keadaan saat ini

Tahap 3 :
Ø Mengidentifikasi segala kemudahan dan hambatan

Tahap 4 :
Ø Mengembangkan rencana atau serangkaian kegiatan untuk pencapaian tujuan

C. Rencana Operasional

Merupakan penjabaran dari perencanaan strategik, adapun bentuk dari perencanaan ini yaitu berupa anggaran dari prinsip-prinsip operasional, yaitu :

a. Consentrated, penerapan dari asas pengendalian yang dilaksanakan oleh manajer, agar terlaksana unity of command dan unity of direction dalam setiap program kerja.
b. Integrated, penerapan aspek koordinasi dalam setiap pekerjaan agar tercapai keterpaduan kerja guna menjamin tujuan yang efektif.
c. Continue, perlunya kesinambungan program kerja sehingga dapat digunakan untuk perbaikan-perbaikan program kerja selanjutnya, sehingga terjadi peningkatan efisiensi.
d. Multi instansional approach, agar integrasi tugas tetap terjaga dengan didukung sistem yang baik.

Ada dua bentuk rencana operasional yang perlu diketahui, yaitu :

a. Rencana sekali pakai (single use plan), yaitu kegiatan yang tidak digunakan lagi setelah tercapainya tujuan dan ini sifatnya lebih terperinci karena hanya sekali pakai, misalnya rencana pembeli dan pemasangan mesin komputer dalam perusahaanya untuk mendukung kelancaraan kerja. Bentuk dari rencana ini berupa program, proyek dan anggaran. Dimana program meliputi serangkaian kegiatan yang luas sifatnya, yang terdiri dari langkah-langkah pokok pencapaian tujuan. Maka perlu ada orang yang bertanggung jawab dalam setiap kegiatan yang berdasarkan pada urutan waktu pelaksanaan. Proyek merupakan bagian dari program yang lebih sempit, yang dipakai sekali pakai dalam setiap kegiatan dan tindakan. Karena merupakan bagian tersempit dari program, tapi proyek ini terpisah dari program yang ada, dan ini merupakan bentuk perencanaan yang fleksibel menurut keadaan yang ada pada saat itu. Ini merupakan perencanaan yang efektif. Sedangkan anggaran merupakan laporan keuangan yang tersusun dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Anggaran ini merupakan alat pengawasan yang terbaik atas kegiatan-kegiatan organisasi.

b. Rencana tetap (standing plan), yaitu berupa pendekatan-pendekatan standar untuk penanganan-penanganan situasai-situasi yang dapat dipikirkan terlebih dahulu dan akan terjadi berulang-berulang.

Wujud dari rencana tetap ini adalah berupa kebijaksanaan, prosedur dan aturan. Kebijaksanaan yaitu pedoman umum dalam pembuatan keputusan, mengenai apa yabg dapat dibuat dan apa yang tidak dapat dibuat. Prosedur yaitu urutan-urutan pekerjaan yang harus dilakukan yang tergambar dalam instruksi yang terperinci. Sedang peraturan merupakan pernyataan tentang boleh tidaknya suatu kegiatan dilakukan dalam situasi tertentu. Peraturan ini digunakan untuk mengimpletasikan rencana-rencana lain dan biasanya hasil dari kebijaksanaan yang diikuti dalam setiap kegiatan.

D. Rencana Strategik

Merupakan proses perencanaan jangka panjang yang tersusun dan digunakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Tiga alasan penggunaan perencanaan strategik ini, yaitu :

a. Memberi kerangka dasar bagi perencanaan lainnya yang akan dilakukan.
b. Mempermudah pemahaman bentuk-bentuk perencanaan lainnya.
c. Titik permulaan pemahaman dan penilaian kegiatan manajer dan organisasi.

Langkah-langkah Proses Perencanaan Strategik

1. Penentuan misi dan tujuan organisasi, yang mencakup tentang misi yang diemban, falsafah yang digunakan untuk mencapai misi serta tujuan keseluruhan yang akan dicapai oleh organisasi.

2. Pengembangan profil perusahaan tentang kondisi dan kemampuan perusahaan. Profil perusahaan menunjukkan kesuksesan diwaktu yang lalu dan kemamapuan yang mendukung pelaksanaan kegiatan dalam pencapaian kegiatan diwaktu yang akan datang.

3. Analisa lingkungan eksternal, untuk mengetahui dan mengidentifikasikan cara-cara dalam menghadap perubahan-perubahan yang terjadi di luar organisasi.

4. Analisa internal, dengan menimbang kekuatan dan kelemahan yang dimiliki yang dibandingkan dengan profil perusahan di lingkungan eksternal.

5. Identifikasi kesempatan dan ancaman strategik, menggabungkan antara penentuan tujuan dan misi, strategi yang digunakan, analisa lingkungan baik internal dan eksternal serta analisa kekuatan, kelemahan, kesempatan dan tekanan yang dihadapi.

6. Pembuatan keputusan strategik yang mencakup penetapan, penilaian dan pemilihan alternatif yang akan digunakan.

7. Pengembangan strategik perusahaan , yang dikembangkan ke dalam berbagai sasaran.

8. Implementasikan strategik, yang menyangkut kegiatan manajemen untuk mengoperasikan strategik.

9. Peninjauan kembali dan evaluasi dengan memonitori dan membandingkan serta menilai semua kegiatan yang dilakukan dengan tujuan yang akan dicapai.

Kebaikan dan Kelemahan Perencanaan Strategik

Kebaikan
1. Memberikan pedoman yang konsisten terhadap kegiatan-kegiatan yang dilakukan.
2. Tujuan-tujuan organisasi dapat dirumuskan dapat dirumuskan dengana jelas.
3. Membantu manajer mengantisipasi masalah-masalah sebelum menjadi parah.
4. Membantu manajer membuat keputusan.

Kelemahan
1. Kebaikan-kebaikan dia tas dapat tercapai bila organisasi melakukannya melalui proses perencanaan strategik formal.
2. Diperlukan dana dan investasi serta waktu dalam jumlah yang besar.
3. Membatasi organisasai hanya terdapat pilihan-pilihan yang paling rasional dan bebas resiko.

E. Faktor Waktu dan Perencanaan

Faktor waktu sangat berpengaruh terhadap perencanaan dalam tiga hal, yaitu :

• Diperlukan untuk melaksanakan perencanaan
• Diperlukan untuk melanjutkan setiap langkah perencanaan, diperlukan untuk mendapatkan data dan menghitung semua kemungkinan
• Jumlah atau rentangan waktu yang akan dicakup dalam rencana harus dipertimbangkan.

Periode Waktu
         
Periode perencanaan                                  Tingkatan manajemen

Jangka panjang                                           Manajemen puncak
( 2 – 5 tahun atau lebih)

Jangka menengah                                       Manajemen menengah
( beberapa bulan – 3 tahun )

Jangka pendek                                           Manajemen lini – pertama
( Dari harian – 1 tahun)

II. Penetapan Tujuan

A. Misi dan Tujuan Organisasai
a. Misi

Misi merupakan pernyataan yang menetapkan tujuan organisasi dan sasaran yang ingin dicapai. Pernyataan misi membawa organisasi kepada suatu fokus. Misi menjelaskan mengapa organisasi itu ada, apa yang dilakukannya, dan bagaimana melakukannya. 

Misi adalah sesuatu yang harus dilaksanakan oleh organisasi agar tujuan organisasi dapat terlaksana dan berhasil dengan baik. Dengan pernyataan misi tersebut, diharapkan seluruh pegawai dan pihak yang berkepentingan dapat mengenal organisasi dan mengetahui peran dan program-programnya serta hasil yang akan diperoleh dimasa mendatang.

Sejalan dengan hal tersebut di atas, maka Pusat Data dan Informasi Pertanian telah membuat pernyataan misi, yang merupakan cita-cita dan landasan kerja yang harus diikuti dan didukung oleh keseluruhan anggota organisasi dan secara eksplisit menyatakan apa yang harus dicapai dan kegiatan spesifik apa yang harus dilaksanakan. Pernyataan misi tersebut adalah sebagai berikut :

·        Mengembangkan metodologi pengumpulan, pengolahan, dan penyajian data dan informasi pertanian.
·        Melakukan pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan  penyebaran data dan informasi pertanian.
·        Membangun dan mengembangkan sistem informasi pertanian.
·        Membina sumber daya manusia dan kelembagaan bidang statistik dan sistem informasi pertanian.

b. Tujuan Organisasi

Sebelum organisasi menentukan tujuannya, terlebih dulu menetapkan misi / maksud organisasi. Misi adalah suatu pernyataan umum dan abadi tentang maksud organisasi. Sedangkan Misi organisasi adalah maksud khas (unik) dan mendasar yang membedakan organisasi dari organisasi-organisasi lainnya dan mengidentifikasikan ruang lingkup operasi dalam hal produk dan pasar.

Etzioni mendefinisikan tujuan organisasi sebagai :

1.     Suatu pernyataan tentang keadaan yang diinginkan dimana organisasi bermaksud untuk merealisasikan
2.     Pernyataan tentang keadaan di waktu yang akan datang di mana organisasi sebagai kolektifitas mencoba untuk menimbulkannya


Dua unsur penting tujuan adalah :

1.     Hasil-Hasil akhir yang diinginkan di waktu mendatang dengan mana
2.     Usaha-uasaha / kegiatan-kegiatan sekarang diarahkan

Tujuan dapat berupa tujuan umum / khusus , tujuan akhir / tujuan antara. Tujuan Umum (tujuan strategic) secara operasioanal tidak dapat berfungsi sebelum dijabarkan terlebih dahulu kedalam tujuan-tujuan khusus yang lebih terperinci sesuai dengan jenjang manajemen, sehingga membentuk hirarki tujuan.

B. Fungsi Tujuan

1.     Pedoman Bagi Kegiatan, melalui penggambaran hasil-hasil di waktu yang akan datang. Fungsi tujuan memberikan arah dan pemusatan kegiatan organisasi mengenai apa yang harus dan tidak harus dilakukan.
2.     Sumber Legitimasi, akan meningkatkan kemampuan organisasi untuk mendapatkan sumber daya dan dukungan dari lingkungan di sekitarnya.
3.     Standar Pelaksanaan, bila tujuan dilaksanakan secara jelas dan dipahami, akan memberikan standar langsung bagi penilaian pelaksanaan kegiatan (prestasi) organisasi.
4.     Standar Motivasi, berfungsi sebagai motivasi dan identifikasi karyawan yang penting. Dalam kenyataannya, tujuan organisasi sering memberikan insentif bagi para anggota.
5.     Dasar Rasional Pengorganisasian, tujuan organisasi merupakan suatu dasar perancangan organisasi

C. Management By Objective (MBO)

Management by objective (MBO) oleh Peter Drucker :

Berkenaan dengan penetapan prosedur-prosedur formal yang dimulai dengan penetapan tujuan dan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan (langkah) sampai peninjauan kembali pelaksanaan kegiatan. Gagasan dasar MBO adalah bahwa MBO merupakan proses partisipatif, secara aktif melibatkan manajer dan para anggota pada setiap tingkatan organisasi.

Bidang pokok tujuan adalah : Posisi Pasar, Inovasi, Produktivitas, Sumber Daya Fisik Serta Keuangan.

MBO dapat dicapai melalui beberapa upaya untuk efektivitas dari program MBO (unsur evektifitas MBO) , yaitu :
1.     Pendidikan dan pelatihan bagai manajer.
2.     Keterikatan antara tujuan pribadi dan tujuan organisasi.
3.     Pelaksanaan umpan balik secara efektif.
4.     Didorong adanya peserta dari bawahan.

Keunggulan dari manajemen berdasarkan sasaran MBO adalah : Meningkatkan komunikasi antara manajer dan bawahan.

Strategi program untuk menentukan dan mencapai tujuan organisasi dan melaksanakan misinya. Rangkaian tujuan sebagai bagian proses MBO harus spesifik dan dapat diukur.

Kekuatan Dan Kelemahan MBO

Kebaikan-kebaikan program MBO :
1.     Memungkinkan para individu mengetahui apa yang diharapkan dari mereka.
2.     Membantu dalam proses perencanaan dengan membuat para manajer menetapakan tujuan dan sasaran.
3.     Memperbaiki komunikasi antara manajer dan bawahan.
4.     Membuat individu lebih memusatkan perhatiannya pada tujuan organisasi.
5.     Membuat proses evaluasi lebih dapat disamakan melalui pemusatan pada pencapaian tujuan tertentu.

Kelemahan-kelemahan MBO, mempunyai 2 katagori :
1.     Kelemahan-Kelemahan yang melekat (inherent) mencakup konsumsi waktu dan usaha yang cukup besar dalam proses belajar untuk menggunakan teknik-teknik MBO, serta meningkatkan banyaknya kertas kerja.
2.     Menyangkut masalah pokok yang harus dikendalikan agar program MBO sukses :
a)        Gaya dan dukungan manajemen.
b)       Penyesuaian dan perubagan MBO.
c)        Keterampilan- Keterampilan antar pribadi.
d)       Deskripsi jabatan.
e)        Penetapan dan pengorganisasian tujuan.
f)         Pengawasan metoda pencapaian tujuan.
g)        Konflik anatara kreativitas dan MBO.

III. Pembuatan Keputusan

A. Tipe Tipe Keputusan

a. Keputusan Auto Generated
Keputusan semacam ini diambil dengan cepat dan kurang memperthatikan., mepertimbangkan data, informasi, fakta, dan lapangan keputusannya. Keputusan auto generated ini kurang baik, sebab resikonya tinggi.

b. Keputusan Induced
Keputusan induced diambil berdasarkan scientific managemen atau managemen ilmiah, sehingga keputusan itu logisk, ideal, rasional untuk dilaksanakan dan resikonya relative kecil cuma proses pengambilan keputusan lebih lambat.

Pengambilan keputusan adalah manajer (pemimpin) baik secara “individual decision maupun group decision” yang mempunyai kewenangan untuk memutuskannya.

Individual decision, keputusan “hanya” ditetapkan oleh seorang manajer; sedang para bawahan hanya dapat berpartisipasi memberikan saran-saran, pendapat-pendapat, dan informasi saja, tetapi tidak berhak untuk ikut memutuskannya.

Kebaikannya:
1. keputusan dapat diambil secara cepat
2. penanggungjawab keputusan itu jelas
3. biaya pengambilan keputusan relative kecil
4. kecakapan seorang manajer dapat dimanfaatkan

Keburukannya:
1. keputusan itu kurang baik, sebab kemampuan decision maker terbatas
2. prestise manajer akan berkurang, jika keputusannya ternyata salah
3. realisasi keputusan mengalami kesulitan, sebab para bawahan kurang meresapinya
4. pembinaan bawahan kurang diperhatikan, karena mereka tidak diikutkan dalam menetapkan keputusan, akibatnya kesinambungan pimpinan oganisasi kurang terjamin

Group decision, keputusan itu ditetapkan oleh para anggota grup, baik atas hasil mufakat dan musyawarah, maupun atas voting. Dalam proses pengambilan keputusan anggota grup ikut berperan aktif membicarakan tujuan dari “keputusan, resiko, dan dampak keputusan serta ikut menetapkan keputusan tersebut”.

Kebaikannya:
1. keputusan relatif lebih baik, logis, ideal, sebab merupakan hasil pemikiran dari beberapa orang
2. kecenderungan untuk bertibdak otoriter dapat dihindarkan
3. kerjasama relative akan dapat ditingkatkan diantara sesama anggota grup
4. resiko dan dampak negative dari keputusan semakin kecil
5. pembinaan para annggota grup akan lebih baik

Keburukannya:
1. pengambilan keputusan relative lama, bahkan sering bertele-tele
2. biaya pengambilan keputusan relative lebih banyak
3. penanggung jawab keputusan kurang jelas
4. minoritas kadang-kadang terpaksa menyetujui keputusan karena kalah suara

Group decision ini hanya dapat ditetapkan dalam organisasi komite dan dalam pimpinan presidium saja, dimana para anggota mempunyai hak suara yang sama, misalnya dalam MPR, DPR, dan Koperasi.

B. Proses Pembuatan Keputusan

Suatu keputusan adalah pemilihan alternatif dari seperangakat alternatif yang tersedia. Proses pembuatan keputusan didefinisikan sebagai langakah yang diambil oleh pembuat keputusan untuk memilih alternatif yang ada. Evaluasi dari suatu keputusan hendaknya sebagian didasarkan pada proses yang digunakan untuk pembuatan keputusan.

Suatu model proses pembutaan keputusan menyarankan langakah untuk membuat keputusan yaitu :
1.     Identifikasi masalah yang ada
2.     Mendaftar alternatif yang mungkin untuk memecahkan masalah ini
3.     Memilih alternatif yang paling bermanfaat untuk memecahkan masalah
4.     Memfungsikan alternatif kedalam tindakan
5.     Mengumpulkan umpan balik (feed back) untuk menemukan apakah alternatif yang diimplementasikan bisa mengurangi masalah yang di identifikasi.

C. Keterlibatan Bawahan dalam Pembuatan Keputusan

Keterlibatan bawahan dalam pembuatan keputusan dapat bersifat resmi, misalnya dengan pembutaan kelompok, bisa juga bersifat tidak resmi misalnya dengan meminta gagasan dan saran-saran. Pembuatan keputusan yang didasarkan pada sifat formal lebih efektif karena banyak masukan-masukan pengetahuan yang lainnya. Karakteristik situasi keputusan dan gaya pembutan keputusan manajemen akan mempengaruhi dan menentukan apakah pembuatan keputusan dilakukan secara kelompok atau tidak.

Tugas Manajemen Umum Pertemuan ke III dan IV 
   Alif Pratiwi Septianti                      
NPM 30110560                          
Universitas Gunadarma                    

Sabtu, 30 Oktober 2010

Tulisan "Kelebihan dan Kekurangan di staffsite.gunadrama.ac.id"


Nama  : Alif Pratiwi Septianti
NPM   : 30110560
Kelas  : 1DB11

Kelebihan dan Kekurangan dari layanan yang ada di Gunadarma


Di Gunadarma terdapat layanan untuk mempermudah mahasiswa mencari informasi, yaitu salah satu dari layanan itu adalah :
ü staffsite.gunadrama.ac.id

I. Pengertian dari staffsite.gunadrama.ac.id

Staffsite adalah homepage resmi staff Universitas Gunadarma.

II. Fitur-Fitur yang terdapat di staffsite.gunadarma.ac.id

Di staffsite terdapat nama-nama Dosen yang ada di Universitas Gunadarma, Anda bisa mengklik nama Dosen yang Anda cari. Setelah itu terdapat beberapa link, yang dapat Anda gunakan. Linknya adalah :
1.     HOME
Home berisi tentang profil Dosen yang Anda pilih
2.     DOWNLOADS
Downloads berisi materi yang di upload oleh Dosen yang Anda pilih. Materi tersebut dapat Anda download di staffsite.gunadarma.ac.id.
3.     NEWS dan LINKS
Berisi tentang Dosen yang Anda pilih. Contoh Bapa Abdus Syakur, ST. Di NEWS dan LINKS terdapat :
ANNOUNCEMENT
·        Quiz V-Class 31 March 2009 02:40:42
Quiz V-Class JarKom dan sistem Multimedia bisa di donlot V-Class (Login V-Class). Terima Kasih
·        KISI-KISI SISTEM OPERASI 04 December 2008 01:00:05
KISI-KISI SISTEM OPERASI (31A04&09) PTA 2008/2009
·        V-Class 12 May 2008 12:53:09
Jadwal V-Class :
Minggu II : 10-16 Mei 2008
Minggu III : 17-23 Mei 2008
Minggu IV : 24-30 Mei 2008
Peserta bisa login kapan saja.
LINKS AND RESOURCES
Memasang Kabel Jaringan
4. PUBLICATIONS
Publications berisi tentang Dosen yang anda pilih, seperti apa yang pernah Dosen Anda lakukan (penelitihan).
5. BLOG
Blog adalah blog dari Dosen yang Anda pilih.

III. Kelebihan dari staffsite.gunadrama.ac.id

1. Dari Staffsite mahasiswa dapat mengetahui email, nomer telepon, blog, dll dari dosen yang mahasiswa pilih.
2. Staffsite berisi link download, link tersebut dapat membantu mahasiswa untuk menadpatkan materi kuliah yang mahasiswa cari.
3. Staffsite juga membantu mahasiswa untuk mendapatkan info tentang Dosen yang anda inginkan. Ini terdapat di link NEWS&LINKS dan PUBLICATIONS.

IV. Kekurangan dari staffsite.gunadraam.ac.id

1. Ada beberapa dosen yang belum membuat akun di staffsite, sehingga tidak semua Dosen dapat mahasiswa temukan di staffsite.
2. Ada beberapa Dosen yang tidak upload materi ke staffsite, sehingga tidak semua materi yang mahasiswa cari ada di staffsite.
3. Ada beberapa Dosen yang kurang aktif di staffsite, sehingga ada beberapa link yang kosong.

Jumat, 29 Oktober 2010

Tugas Gambaran Umum Manajemen


Nama            : Alif Pratiwi Septianti
NPM             : 30110560
Kelas             : 1DB11
Mata Kuliah : Manajemen Umum

Tugas : Apa yang Saudara ketahui tentang Pengertian Manajemen, Tingkatan Manajemen, Teori Evolusi, dan Lingkungan Manajemen

I. Pengertian Manajemen

Definisi manajemen, menurut para ahli manajemen, yaitu :

1.      Pengertian Manajemen Menurut James A.F. Stoner.
Manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian upaya dari anggota organisasi serta
penggunaan semua sumber daya yang ada pada organisasi untuk mencapai
tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya.

2.      Pengertian Manajemen Menurut Mary Parker Follet.
Manajemen adalah suatu seni, karena untuk melakukan suatu pekerjaan
melalui orang lain dibutuhkan keterampilan khusus.


3.      Pengertian Manajemen Menurut George R Terry.
Manajemen adalah ilmu dan seni merencanakan, mengorganisasikan, menggerakan, dan mengawasi orang-orang untuk mencapai tujuan tertentu melalui kegiatan orang lain.

4.      Pengertian Manajemen Menurut Koontz dan O’Donnel.
Manajemen adalah fungsi untuk mencapai sesuatu melalui orang-orang.

5.      Pengertian Manajemen Menurut Brench CH.
Manajemen merupakan suatau peroses hubungan seseorang dengan orang lain.

6.      Pengertian Manajemen Menurut LA Appley.
Manajemen adalah keahlian untuk menggerakan orang melakukan suatu pekerjaan.

Syarweni, Narulita (2004). Dasar-Dasar Manajemen. Depok: Politeknik Negeri Jakarta.

ü  Manajemen menurut Saya, adalah suatu peroses dari tahap awal samapi tahap akhir yang memerlukan bantuan dari orang lain untuk mengerjakan bagian-bagian yang telah ditetapkan, supaya dapat tercapai tujuan dari organisasi tersebut.

II. Tingkatan Manajemen

1.      Manajemen Puncak (Top Management)
Manajemen puncak adalah tingkatan manajemen tertinggi atau sering juga disebut manajemen senior. Manajemen puncak biasanya terdiri dari dewan direktur dan direktur utama. Tugas dari manajemen puncak adalah memutuskan hal-hal yang penting bagi kelangsungan hidup manausia.

2.      Manajemen Menengah (Middle Management)
Manajemen menengah terdiri dari para pemimpin pabrik atau kepala devisi. Tugas utama manajemen menengah adalah mengembangkan rencana-rencana opersai dan menjalankan keputusan-keputusan atau rencana-rencana yang ditetapkan oleh manajemen puncak. Mereka bertanggung jawab kepada manajemen puncak. Mereka yang berada di manajemen menengah harus memiliki keahlian interpersonal atau manusiawi, artinya keahlian untuk berkomunikasi, bekerjasama dan memotivasi orang lain.

3.      Manajemen Bawah (Low Management)
Manajemen bawah adalah tingkatan manajemen paling bawah. Tugas utamanya adalah untuk menjalankan keputusan-keputusan atau rencana-rencana yang dibuat oleh manajemen menengah. Mereka juga bertanggung jawab mengawasi para pekerja melaksanakn pekerjaan sehari-hari. Pada tingkatan ini juga memiliki keahlian yaitu keahlian teknis, atrinya keahlian yang mencakup prosedur, teknik, pengetahuan dan keahlian dalam bidang khusus. Misal: supervisor atau pengawas produksi, mandor.


III. Teori Evolusi

Pandangan Utama tentang Manajemen, yaitu :

1.        Pendekatan Klasik (The Classical Approaches)
Pendekatan ini dikenal sebagai aliran manajemen ilmiah (scientific management) dan teori organisasi klasik atau prinsip-prinsip administratif (administrative principles) serta organisasi birokrasi (bureaucratic organization) yaitu pendekatan pada studi manajemen dengan prinsip-prinsip universal untuk berbagai situasi manajemen.

Aliran klasik terdiri dari :
Þ       Manajemen Ilmiah
Empat prinsip dasar manajemen ilmiah, yaitu :
1. Pengembangan metode-metode ilmiah dalam manajemen, agar metode yang paling baik untuk pelaksanaan setiap pekerjaan dapat ditentukan.
2. Seleksi ilmiah untuk karyawan, agar setiap karyawan dapat diberikan tanggung jawab atas suatu tugas sesuai dengan kemampuannya.
3. Pendidikan dan pengembangan ilmiah karyawan.
4. Kerjasama yang baik antara manajemen dan karyawan.

Þ       Prinsip-Prinsip Administratif (Teori Organisasi Klasik)
Tokoh utama aliran ini adalah Henry Fayol. Fayol mengemukakan bahwa ada empat belas Prinsip manajemen ini, yaitu :
1.      Pembagian kerja, spesiialisasi meningkatkan efesiensi pelaksanaan kerja
2.      Wewenang, hak untuk memberikan perintah dan dipatuhi
3.      Disiplin, respek, dan ketaatan pada peranan dan tujuan organisasi
4.      Kesatuan perintah, setiap karyawan hanya menerima intruksi tentang kegiatan tertentu dari seorang atasan
5.      Kesatuan pengarahan, operasi-operasi organisasi yang mempunyai tujuan yang sama harus diarahkan oleh seseorang manajer dengan penggunaan satu rencana
6.      Meletakan kepentingan perorangan di bawah kepentingan umum
7.      Balas jasa, kompensasi untuk pekerja yang dilaksanakan harus adil bagi karyawan dan pemilik.
8.      Sentralisasi, ada keseimbangan yang tetap anatar sentralisasi (pengambilan kepuusan terpusat) dan desentarlisasi (memberikan peranan dalam pembuatan keputusan keapda karywaan)
9.      Rantai skalar, garis perintah dan wewenang yang jelas
10.  order, kebutuhan sumber daya harus ada paad waktu dan tempat yang tepat
11.  Keadilan, harus ada persamaan perlakuan dalam organisasi
12.  Kestabilan staff, tingkat perputaran karyawan yang tinggi tidak baik untuk perkembangan perusahaan
13.  Insiatif, adanya kebebasan karyawan menjalankan pekerjaan sesuai rencana
14.  Semangta korps, kesatuan adlah kekuatan, menekankan mendorong komunikasi lisan bila memungkinkan

Þ       Teori Organisasi Birokrasi
Teori ini dikemukan oleh MaxWeber, menurut Max Weber konsep birokrasi adalah sebuah bentuk organisasi yang ideal dengan tujuan yang rasional serta sangat efisien yang didasarkan atas prinsip-prinsip yang masuk akal teratur serta wewenang formal. 


2.        Pendekatan Sumber Daya Manusia (The Human Resources Approaches)
Pendekatan ini dikenal sebagai aliran prilaku, yaitu pendekatan pada studi manajemen tentang kebutuhan manusia, kerja kelompok serta peranan faktor-faktor sosial di tempat kerja. Douglas McGregor memberikan pandangan berdasarkan studi Hawthorne dan Maslow, yaitu teori X teori Y tenatng sifat manusia ditempat kerja, yaitu :

Þ    Teori X berasusmi bahwa karyawan:
·      Tidak suaka bekerja
·      Tidak mempunyai ambisi
·      Tidak bertanggung jawab
·      Enggan untuk berubah
·      Lebih suka dipimpin daripada memimpin

Þ    Teori Y berasumsi bahwa karyawan:
·      Suka bekerja
·      Mamapu mengendalikan diri
·      Munyukai tanggung jawab
·      Penuh imajinasi dan kreasi
·      Mampu mengarahkan diri sendiri

3. Pendekatan Kuantitatif atau Pendekatan Ilmu Manajemen (The Quantitative or Management Science Approaches).
Pendekatan Kuantitatif adalah pendekatan pada studi manajemen dengan menggunakan teknik-teknik matematis dalam memecahkan masalah.

4.    Pendekatan Modern (Modern Approaches)
Pendekatan modern adalah pendekatan pada studi manajemen dengan pandangan sistem dan pemikiran kontingensi berdasarkan komitmen terhadap mutu dan kinerja yang tinggi. Landasan utama pendekatan ini adalah :

Þ    Pendekatan Sistem
Pendekatan sistem adlam manajemen artinya memandang organisasi sebagai suatu satu kesatuan yang menyeluruh, yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan dan sebagai bagian dari lingkunagn eksternal yang lebih luas.

Þ    Pendekatan Kontingensi
Pendekatan ini memandang bahwa tugas manajer adalajh mengidentifikasi teknik mana pada situasi tertentu, di bawah keadaan tertentu dan pada waktu tettentu akan membantu pencapaian tujuan manajemen.



IV. Lingkungan Manajemen

Þ         Lingkungan Internal Organisasi
1. Pemilik
Adalah mereka yang secara historis maupun hukum dinyatakan sebagai pemilik akibat adanya penyertaan modal, ide ataupun berdasarkan ketentuan lainnya dinyatakan sebagai pemilik organisasi.
2. Tim Manajemen
Adalah orang-orang yang menurut para pemilik organisasi atau perusahaan dinyatakan atau ditunjuk sebagai pengelola organisasi untuk suatu periode tertentu.
3. Para Anggota atau Pekerja
   Adalah sumber daya manusia dari organisasi atau perusahaan yang bergelut dalam aktivitas operasional perusahaan dan menjalankan tugas-tugas keseharian organisasi berdasarkan apa yang telah ditetapkan oleh tingkatan manajemen.
4. Lingkungan Fisik Organisasi
Adalah sumber daya selain manusia yang dimiliki perusahaan dan menjadi
faktor pendukung berjalannya sebuah aktifitas organisasi atau perusahaan.

Þ       Lingkungan Eksternal Organisasi
1. Pelanggan
Adalah mereka yang secara langsung memanfaatkan, menggunakan, dan
mengajukan permintaan atas barang atau jasa yang ditawarkan oleh
organisasi.
2. Pesaing
Organisasi bisnis lain yang menjalankan bisnis yang sama dengan
organisasi yang kita jalankan. Karena bisnis yang dijalankan sama,
maka pesaing merupakan tantangan (sekaligus ancaman) yang dihadapi
organisasi dalam meraih pelanggan.
3. Pemasok
Adalah pihak yang terkait langsung dalam kegiatan bisnis dari sebuah
organisasi, khususnya organisasi bisnis yang melakukan kegiatan
produksi barang jadi dari berbagai jenis bahan baku.
4. Regulator
Adalah pihak-pihak yang berkepentingan dalam menciptakan keadaan dan
kegiatan bisnis yang fair dan aman bagi semua pihak yang ingin
menjalankan bisnis. Partner Strategis adalah perusahaan lain yang menjalankan bisnis berbeda dengan perusahaan kita, akan tetapi dapat secara bersama-sama menjadi mitra kita dalam menjalankan bisnis yang saling menguntungkan kedua belah pihak.
6. Pemerintah
Adalah pihak yang atas legitimasi politik tertentu di suatu negara,
diangkat dan bertugas untuk mewujudkan masyarakat ke arah yang lebih
baik dalam pembangunan di segala bidang.

Þ       Lingkungan Internasional dan Kegiatan Bisnis
1. Peluang
Penetrasi Pasar, Akses terhadap Bahan Baku, Akses terhadap lembaga
keuangan, dan lain-lain.
2. Tantangan/Ancaman
Pesaing Internasional, Regulasi yang berbeda, Mata Uang yang berbeda,
Kondisi sosial dan politik yang berbeda, dan lain-lain.

Sabtu, 16 Oktober 2010

Izinkan aku untuk bahagia

Perasaan memang tidak bisa di bohongin,,,
Aku sudah mencoba untuk tidak menghiraukan perasaan ku ini,,
Tapi aku,, tidak mampu untuk menjalani semua ini,,
dan akhirnya aku mendengarkan perasaan ku ini,,

Walau aku harus menyakitkan perasaan seseorang,,
Tapi aku harus melakukan nya,, karena aku tidak mau mengecewakan dia,,,
Aku juga tidak bisa memendam perasaan sayang ku dengan orang lain,,

Semuanya telah aku pikirkan,,,
dan aku bertanya kepada hati ku,,
ternyata aku telah menyayangi seseorang selain dia,,
Maafkan aku,,
Tapi aku benar benar tidak bisa,,

Aku hanya bisa berdoa untuk kebahagian kmu,,
dan aku berharap,, orang yang ku sayang ini,,
Adalah,, jawaban dari semua doa doa ku,,
Sehingga aku tidak merasakan sakit yang dulu pernah aku rasakan,,
Amin ya Allah

Minggu, 03 Oktober 2010

Thank You Allah

Hari ini Aku dapat pengalaman yang sangat berharga dalam hidup Ku,,
Terima Kasih yah Allah,, Engkau selalu melindungi hamba di setiap saat.
Hamba bisa selamat karena kehendak Mu ya Allah.,, hamba bersyukur atas semua ini.
^_^

Hamba tau, kalau tadi teguran untuk hamba,
supaya Alif lebih hati hti lagi..
Makasih Yah Allah,
Izinkan Hamba untuk selalu dekat dengan Mu ya Allah,,
Amin,,,